Hari yang Redup

Pada hari ini Jumat 17 Maret 2017 semua terasa berat, apa pun yang aku rasakan tidak lagi sama seperti hari kemarin, saat aku masih bisa merasakan semuanya bersamanya.
Hari ini aku sudah tak kuasa menahan apa yang aku rasakan terhadap apa yang aku lihat dan dengar, engkau mulai tak seperti bunga yang kemarin, selalu terlihat membuatku ingin selalu melihatmu.
Mudah saja engkau memberi kesempatan bagi orang yang baru hadir di hidupmu, tanpa memperdulikan aku yang selama ini menemanimu, Meraka memetiknya ketika engkau sudah matang. Sayang sudah aku persiapkan semuanya tanpa engkau tau, biar semua menjadi kejutan di bulan depan. Ternyata semua sirna saat aku mendengarkan dan melihat semuanya. Sayang apapun keadaan ini semua bukan salahmu hanya aku yang terlalu bodoh tidak bisa menjaga hatimu tetap utuh. Selamat jalan sayang, somoga kebahagiaan menyertaimu. 4 ever

READ MORE >>

Leave a comment

Buat RANA (Rita Ayu Ningtyas Adiputra)

Aku ingin mempersembahkan Video ini untuk kamu yang disana...

READ MORE >>

Leave a comment

Renungan 4

Pada zaman dahulu kala, di pegunungan Andes, Amerika selatan, hidup dua suku yg saling bermusuhan. Suku Atas tinggal di atas gunung yg curam dan Suku Bawah yg tinggal di kaki gunung. 

Suatu hari Suku Atas menyerang perkampungan Suku Bawah dan menculik seorang bayi perempuan Suku Bawah. Setelah penyerangan selesai, Kepala Suku bawah memerintah 6 orang anak muda yg gagah berani untuk berupaya mengembalikan bayi perempuan itu. 

Selama 3 hari 3 malam, para pemuda tersebut berusaha mencari jalan naik ke pemukiman Suku Atas namun usaha mereka sia-sia karena terjalnya pegunungan itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyerah, namun tiba-tiba mereka melihat seorang ibu menggendong bayi turun dari pegunungan yg terjal itu. 

Para pemuda kaget melihatnya dan langsung bertanya. Bagaimana caranya Anda memanjat gunung yg terjal ini dan membawa pulang bayi itu sedangkan kami yg jauh lebih kuat daripada Anda tidak mampu melakukannya? 

Raut muka wanita itu terlihat sangat tegar dan dengan emosi yg dalam ia menjawab, KARENA BAYI INI BUKAN BAYI ANDA. 

Cerita sederhana itu menggambarkan bahwa jika seseorang mempunyai motif yg jelas dan besar, rintangan seberat apapun akan dihadapinya.
READ MORE >>

Leave a comment

Renungan 3

Kakek tua tinggal di dekat telaga yg air nya sangat jernih, dikelilingi oleh pohon yg penuh dengan buah2an. 

Pada suatu hari dia pergi ke telaga dengan membawa keranjang untuk memetik buah2an. 

Sesampainya di sana, didapatinya beberapa gadis cantik sedang berenang tanpa memakai sehelai pakaian pun. 
Begitu melihat Si Kakek tua datang, para Gadis langsung berenang ke tengah telaga yang dalam agar tubuhnya tidak terlihat oleh si Kakek tua sambil berteriak: 
"Hai pak tua, pergilah!! Kami tidak akan keluar dari telaga sampai kau pergi dari sini!" 

Si Kakek tua menjawab dengan tenang, "Saya ke sini bukan untuk mengintip kalian mandi, neng! Jangan salah, apalagi ingin melihat kalian keluar dari telaga dalam keadaan telanjang! Gak mungkin buat orang tua seperti saya! 
Saya kesini hanya untuk memberi makan buaya2 yang ada di telaga ini.." 

Serentak gadis2 muda itu berenang ke tepi dan berlarian keluar dari telaga dalam keadaan telanjang. 

Moral cerita ini: 

Walaupun sudah tua, apalagi kita yg masih muda tetap harus selalu bisa berpikir dengan cepat ketika melihat ada Peluang :))
READ MORE >>

Leave a comment
Diberdayakan oleh Blogger.

Search